Selasa, 09 Juni 2015

AKU ANAKMU AYAH



AKU ANAKMU AYAH


Berkisahkan tentang seorang ayah dan anaknya yang durhaka namun akhirnya ia sadar dibalik kekurangan ayahnya ternyata ia memiliki hati yang mulia.

Amu, adalah seorang badut. Profesinya yang sering bermain dengan anak-anak itu membuat dirinya semakin terlihat seperti anak kecil. Ya...memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan dengan orang-orang dewasa sebayanya tidak membuat ia berkecil hati. Ia selalu ceria dan selalu berbuat kebaikan. Tetapi dia juga seorang lelaki normal yang menyukai lawan jenisnya tetapi dia malu jika ingin mengutarakan isi hatinya kepada perempuan yang ia sukai mengingat fisiknya yang tidak sempurna. Akan tetapi ternyata tidak semua perempuan melihat laki-laki dari segi fisik. Anisa, sangat tulus mencintai laki-laki pilihannya itu dan akhirnya ia menikah secara diam-diam karena tidak direstui oleh kedua orang tuanya.

Singkat cerita ia mengandung, Amu terlihat sangat bahagia akan tetapi kebaagiaan itu tidak berlangsung lama. Anisa meninggal saat melahirkan anak mereka. Sejak saat itu Amu berjanji kepada mendiang Anisa akan menjaga dan mendidik anak mereka  kemudian Amu menamai anaknya itu dengan nama Bana. Dari mulai balita, taman kanak-kanak hingga duduk di sekolah dasar, Amu merawat dan membesarkan Bana dengan penuh kasih sayang. Sampai suatu hari ketika Amu mengantar Bana untuk bersekolah ia dicemooh oleh teman anaknya itu, ukuran tubunya yang mungil memang seringkali menjadi ejekan. Dari situlah, Bana mulai merasa malu mempunyai ayah yang tidak normal.

Dua belas tahun berlalu, Bana sudah beranjak dewasa ia terlihat gagah dan tampan. Bana pun berubah seiring berjalannya waktu. Ia sering kali memarahi ayahnya dan sering mengatakan bahwa ia malu mempunyai ayah yang tidak normal. Kedurhakaan Bana pun semakin menjadi, ia bahkan sering bermain judi, mabuk-mabukkan dan mengusir ayahnya dari rumah. Sampai suatu saat ia mengalami kecelakaan dan ia divonis mengalami kebutaan. Ia sadar akan semua perilaku buruk yang ia lakukan dan ia pun kembali ke rumah namun baru tiba di teras rumah ia diusir paksa oleh rentenir yang memberikan pinjaman kepadanya. Ya, dulu ia pernah berhutang kepada rentenir dengan jaminannya adalah sertifikat rumah. Akhirnya ia berjalan sendirian dengan mata yang tidak bisa melihat sampai ia terjatuh di suatu kamar mandi umum dan tidak sadarkan diri.

Tiba-tiba ia berada di rumah sakit dengan mata yang diperban kemudian dokter menjelaskan bahwa ada seseorang yang tidak ingin disebutkan namanya mendonorkan matanya untuk dia. Dia sangat bersyukur kepada Allah dan akhirnya ia bisa melihat kembali ia sangat bersyukur dan ingin berterima kasih kepada orang misterius tersebut namun ia tidak menemukannya. Sampai di suatu ruangan, Bana melihat dokter sedang berbicara kepada seseorang yang ternyata itu adalah ayahnya. Ternyata orang misterius itu tidak lain adala ayahnya sendiri. Ia menangis dan merasa sangat bersalah atas kedurhakaan yang ia lakukan kepada ayahnya. Ia pun langsung berlari menjemput ayahnya yang buta dan memiliki tubuh kerdil itu. Ia menangis dan memeluk ayahnya meminta maaf atas perlakuannya kepada ayahnya selama ini. Akan tetapi Amu berkata kepada Bana bahwa ia tidak ingin anaknya itu malu karena memiliki ayah yang tidak normal ditambah lagi ia sekarang buta. Tetapi Bana tidak menghiraukan perkataan ayahnya ia memeluk ayahnya sangat erat dan berkata bahwa ia berjanji akan merawat dan menemani ayahnya, kemudian ia menggendong ayahnya dan berkata “Aku anakmu ayah”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar