AKU
ANAKMU AYAH
Berkisahkan tentang seorang
ayah dan anaknya yang durhaka namun akhirnya ia sadar dibalik kekurangan ayahnya
ternyata ia memiliki hati yang mulia.
Amu, adalah seorang
badut. Profesinya yang sering bermain dengan anak-anak itu membuat dirinya
semakin terlihat seperti anak kecil. Ya...memiliki ukuran tubuh yang lebih
kecil dibandingkan dengan orang-orang dewasa sebayanya tidak membuat ia
berkecil hati. Ia selalu ceria dan selalu berbuat kebaikan. Tetapi dia juga
seorang lelaki normal yang menyukai lawan jenisnya tetapi dia malu jika ingin
mengutarakan isi hatinya kepada perempuan yang ia sukai mengingat fisiknya yang
tidak sempurna. Akan tetapi ternyata tidak semua perempuan melihat laki-laki
dari segi fisik. Anisa, sangat tulus mencintai laki-laki pilihannya itu dan akhirnya
ia menikah secara diam-diam karena tidak direstui oleh kedua orang tuanya.
Singkat cerita ia
mengandung, Amu terlihat sangat bahagia akan tetapi kebaagiaan itu tidak
berlangsung lama. Anisa meninggal saat melahirkan anak mereka. Sejak saat itu
Amu berjanji kepada mendiang Anisa akan menjaga dan mendidik anak mereka kemudian Amu menamai anaknya itu dengan nama
Bana. Dari mulai balita, taman kanak-kanak hingga duduk di sekolah dasar, Amu
merawat dan membesarkan Bana dengan penuh kasih sayang. Sampai suatu hari
ketika Amu mengantar Bana untuk bersekolah ia dicemooh oleh teman anaknya itu,
ukuran tubunya yang mungil memang seringkali menjadi ejekan. Dari situlah, Bana
mulai merasa malu mempunyai ayah yang tidak normal.
Dua belas tahun
berlalu, Bana sudah beranjak dewasa ia terlihat gagah dan tampan. Bana pun
berubah seiring berjalannya waktu. Ia sering kali memarahi ayahnya dan sering
mengatakan bahwa ia malu mempunyai ayah yang tidak normal. Kedurhakaan Bana pun
semakin menjadi, ia bahkan sering bermain judi, mabuk-mabukkan dan mengusir ayahnya
dari rumah. Sampai suatu saat ia mengalami kecelakaan dan ia divonis mengalami
kebutaan. Ia sadar akan semua perilaku buruk yang ia lakukan dan ia pun kembali
ke rumah namun baru tiba di teras rumah ia diusir paksa oleh rentenir yang
memberikan pinjaman kepadanya. Ya, dulu ia pernah berhutang kepada rentenir
dengan jaminannya adalah sertifikat rumah. Akhirnya ia berjalan sendirian
dengan mata yang tidak bisa melihat sampai ia terjatuh di suatu kamar mandi
umum dan tidak sadarkan diri.
Tiba-tiba ia berada
di rumah sakit dengan mata yang diperban kemudian dokter menjelaskan bahwa ada
seseorang yang tidak ingin disebutkan namanya mendonorkan matanya untuk dia.
Dia sangat bersyukur kepada Allah dan akhirnya ia bisa melihat kembali ia
sangat bersyukur dan ingin berterima kasih kepada orang misterius tersebut
namun ia tidak menemukannya. Sampai di suatu ruangan, Bana melihat dokter
sedang berbicara kepada seseorang yang ternyata itu adalah ayahnya. Ternyata
orang misterius itu tidak lain adala ayahnya sendiri. Ia menangis dan merasa
sangat bersalah atas kedurhakaan yang ia lakukan kepada ayahnya. Ia pun
langsung berlari menjemput ayahnya yang buta dan memiliki tubuh kerdil itu. Ia
menangis dan memeluk ayahnya meminta maaf atas perlakuannya kepada ayahnya
selama ini. Akan tetapi Amu berkata kepada Bana bahwa ia tidak ingin anaknya
itu malu karena memiliki ayah yang tidak normal ditambah lagi ia sekarang buta.
Tetapi Bana tidak menghiraukan perkataan ayahnya ia memeluk ayahnya sangat erat
dan berkata bahwa ia berjanji akan merawat dan menemani ayahnya, kemudian ia
menggendong ayahnya dan berkata “Aku anakmu ayah”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar