Selasa, 09 Juni 2015

PENGALAMAN PERTAMA MASUK SMA



PENGALAMAN PERTAMA MASUK SMA


Pendidikanku di sekolah menengah pertama telah selesai. Seperti pendidikan formal sebagaimana mestinya, aku melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Hari pertama aku bersekolah tiba, aku berkumpul di lapangan untuk mendengarkan sambutan kepada murid-murid baru dan mendengarkan arahan kepala sekolah. Di lapangan, aku bertemu dengan teman-temanku yang satu SMP denganku dan kebetulan masuk ke SMA yang sama. Aku bersyukur masih ada teman yang aku kenal untuk aku ajak bicara ya maklumlah hari itu kan hari penerimaan murid baru, jadi semua muridpun belum mengenal satu sama lain kecuali ada teman yang dulu pernah satu sekolah seperti aku.

Matahari sudah sepenggal, pagi itu sangat cerah berawan dan waktu sudah menunjukkan pukul 08:00 pagi acara penyambutan telah selesai kemudian tiba saatnya pemberitahuan kelas, aku mendengarkan dengan seksama ternyata aku masuk kedalam gugus 4 yang berarti kelas X unggulan 4, ya sekolahku terbagi menjadi dua antara unggulan dan reguler.

Seluruh murid baru memasuki kelas-kelasnya, begitupun aku. Aku masuk ke kelas X unggulan 4 dan ternyata sudah banyak teman-teman kelas baruku disana sedang bersenda gurau dan berkenalan satu sama lain. Aku masuk mencari tempat duduk yang kosong kemudian aku duduk di salah satu tempat duduk yang kosong di pojok kanan belakang dari arah pintu kelas dan mulai berkenalan dengan teman sebangkuku. Aku memperhatikan teman-teman yang lain yang sedang asyik bercanda, aku diam saja tetapi aku tertawa karena kelucuan-kelucuan yang mereka lakukan. Sampai salah seorang dari mereka berkata,“Woy itu berduaan aja yang di pojok kaya homo” mendengar perkataan seperti itu, yang tadinya aku tertawa terhibur dengan kelucuan-kelucuan mereka, sontak berubah 180 derajat. Aku pun berdiri menghampiri orang yang berkata kurang ajar kepadaku itu dan aku berkata, “Apa lu bilang?!”. Dia lalu tertegun saat aku menghampirinya dan mengangkat kerah baju SMPnya itu. Dia lantas berkata, “So..so..sorry gua cuma bercanda” teman-teman yang lain berusaha memisahkan, namun aku tidak melepaskan tanganku dari lehernya dan aku berkata, “Hati-hati kalau bicara, hargai orang lain kalo mau dihargai!” akupun melepaskan tanganku dari kerah bajunya yang sudah lecek itu. Dia terlihat kesakitan memegang lehernya lalu dia menghampiri aku dan meminta maaf aku pun berkata singkat, “Iya gapapa”. Aku bingung mengapa seketika kelas menjadi sunyi setelah kejadian tadi. Aku berfikir, “Apa karena aku jadi mereka tidak berisik lagi seperti tadi??”. Aku tidak ingin mereka beranggapan bahwa aku seorang yang tidak bisa diajak bercanda. Sebenarnya aku suka bercanda tetapi jika tidak di luar batas aku masih bisa menerimanya dan bahkan jika memang itu lucu seringkali aku juga suka tertawa bersama mereka. Akhirnya aku berinisiatif untuk membuat kelas ramai kembali. “Kok sepi sih??!”, tanya aku. Mereka hanya diam dan melihat ke arahku, dan aku berkata, “Udah peristiwa yang tadi lupain aja yaa, gua juga minta maaf ya kalo gua disini kasar”. Akhirnya salah seorang dari mereka menjawab “Iya gapapa, maafin perkataan teman gua yang tadi yaaa” salah seorang yang lain dari mereka bertanya, “Oiya nama lu siapa?” aku menjawab, “Agung”. “Ooh Agung”, respon dia. Yang lain bertanya, “Dari SMP mana?” aku menjawab, “SMPIT AL-MADINAH”. Waah IT lo padahal gua kira anak-anak SMPIT kan biasanya culun-culun, jangan marah ya gung hehehe” “Tapi bukan di SMP gua hahahahaha” aku tertawa. Komunikasi berlangsung di antara kita, waktu cukup lama sampai guru datang, kami sempat mengadakan permainan kecil-kecilan daripada bosan. Kami pun  tertawa bersama dan satu kelas menjadi sangat berisik karena momen-momen konyol yang kami lakukan. Itula pengalaman pertama ku saat masuk SMA.......    




1 komentar: