PENGALAMAN
PERTAMA MASUK SMA
Pendidikanku di sekolah menengah pertama telah
selesai. Seperti pendidikan formal sebagaimana mestinya, aku melanjutkan
pendidikan ke jenjang SMA. Hari pertama aku bersekolah tiba, aku berkumpul di
lapangan untuk mendengarkan sambutan kepada murid-murid baru dan mendengarkan
arahan kepala sekolah. Di lapangan, aku bertemu dengan teman-temanku yang satu
SMP denganku dan kebetulan masuk ke SMA yang sama. Aku bersyukur masih ada
teman yang aku kenal untuk aku ajak bicara ya maklumlah hari itu kan hari
penerimaan murid baru, jadi semua muridpun belum mengenal satu sama lain
kecuali ada teman yang dulu pernah satu sekolah seperti aku.
Matahari sudah sepenggal, pagi itu sangat cerah
berawan dan waktu sudah menunjukkan pukul 08:00 pagi acara penyambutan telah
selesai kemudian tiba saatnya pemberitahuan kelas, aku mendengarkan dengan
seksama ternyata aku masuk kedalam gugus 4 yang berarti kelas X unggulan 4, ya
sekolahku terbagi menjadi dua antara unggulan dan reguler.
Seluruh murid baru memasuki kelas-kelasnya,
begitupun aku. Aku masuk ke kelas X unggulan 4 dan ternyata sudah banyak
teman-teman kelas baruku disana sedang bersenda gurau dan berkenalan satu sama
lain. Aku masuk mencari tempat duduk yang kosong kemudian aku duduk di salah
satu tempat duduk yang kosong di pojok kanan belakang dari arah pintu kelas dan
mulai berkenalan dengan teman sebangkuku. Aku memperhatikan teman-teman yang
lain yang sedang asyik bercanda, aku diam saja tetapi aku tertawa karena
kelucuan-kelucuan yang mereka lakukan. Sampai salah seorang dari mereka
berkata,“Woy itu berduaan aja yang di pojok kaya homo” mendengar perkataan
seperti itu, yang tadinya aku tertawa terhibur dengan kelucuan-kelucuan mereka,
sontak berubah 180 derajat. Aku pun berdiri menghampiri orang yang berkata
kurang ajar kepadaku itu dan aku berkata, “Apa lu bilang?!”. Dia lalu tertegun
saat aku menghampirinya dan mengangkat kerah baju SMPnya itu. Dia lantas
berkata, “So..so..sorry gua cuma bercanda” teman-teman yang lain berusaha
memisahkan, namun aku tidak melepaskan tanganku dari lehernya dan aku berkata,
“Hati-hati kalau bicara, hargai orang lain kalo mau dihargai!” akupun
melepaskan tanganku dari kerah bajunya yang sudah lecek itu. Dia terlihat
kesakitan memegang lehernya lalu dia menghampiri aku dan meminta maaf aku pun
berkata singkat, “Iya gapapa”. Aku bingung mengapa seketika kelas menjadi sunyi
setelah kejadian tadi. Aku berfikir, “Apa karena aku jadi mereka tidak berisik
lagi seperti tadi??”. Aku tidak ingin mereka beranggapan bahwa aku seorang yang
tidak bisa diajak bercanda. Sebenarnya aku suka bercanda tetapi jika tidak di
luar batas aku masih bisa menerimanya dan bahkan jika memang itu lucu
seringkali aku juga suka tertawa bersama mereka. Akhirnya aku berinisiatif
untuk membuat kelas ramai kembali. “Kok sepi sih??!”, tanya aku. Mereka hanya
diam dan melihat ke arahku, dan aku berkata, “Udah peristiwa yang tadi lupain
aja yaa, gua juga minta maaf ya kalo gua disini kasar”. Akhirnya salah seorang
dari mereka menjawab “Iya gapapa, maafin perkataan teman gua yang tadi yaaa”
salah seorang yang lain dari mereka bertanya, “Oiya nama lu siapa?” aku
menjawab, “Agung”. “Ooh Agung”, respon dia. Yang lain bertanya, “Dari SMP
mana?” aku menjawab, “SMPIT AL-MADINAH”. Waah IT lo padahal gua kira anak-anak
SMPIT kan biasanya culun-culun, jangan marah ya gung hehehe” “Tapi bukan di SMP
gua hahahahaha” aku tertawa. Komunikasi berlangsung di antara kita, waktu cukup
lama sampai guru datang, kami sempat mengadakan permainan kecil-kecilan
daripada bosan. Kami pun tertawa bersama
dan satu kelas menjadi sangat berisik karena momen-momen konyol yang kami
lakukan. Itula pengalaman pertama ku saat masuk SMA.......
Pekok
BalasHapus